Pengalaman mengenai hidup dan
percintaan mungkin setiap orang pasti memilikinya karena dalam hidup itu
sendiri terdapat cinta. Namun tiap kisah pasti berbeda karena hidup tiap orang
juga berbeda dan kali ini saya akan berbagi mengenai pengalaman rasa syukur dan
cinta pada kedua orang tua.
Beberapa tahun yang lalu saya
merupakan seorang anak yang kurang bersyukur dalam hidup saya. Segalanya selalu
saya keluhkan, termasuk kedua orang tua saya. Setiap ada pendapat atau
perselisihan antara saya dan orang tua saya, setiap itu juga saya mengeluh pada
mereka.
Akhirnya tiba suatu waktu saya
diajak makan oleh teman saya di sebuah warung pecel ayam di pinggir jalan.
Sedang asyik menikmati makanan kami, kemudian datang satu keluarga yang hendak
makan di warung pecel ayam tersebut. Yang menarik adalah kendaraan mereka,
yaitu sebuah gerobak dorong. Lalu bapak ini memesan 2 nasi dan ayam goreng
untuk anak dan istrinya. Pertamanya mungkin tidak ada yang menarik tapi ketika
saya selesai makan, ada yang menarik hati saya. Ternyata yang menikmati makanan
itu hanya anak dan istrinya saja. Sedangkan sang bapak hanya melihat istri dan
anaknya menikmati makanan tersebut. Sesekali saya melihat anaknya tertawa
senang dan gembira menikmati makanan tersebut sementara saya melihat wajah
bapaknya yang walau tampak kelelahan tapi tetap tersenyum melihat wajah anaknya
yang gembira. Lalu karena saya duduk tidak terlalu jauh dari mereka saya
mendengar sang bapak berkata “makanlah yang puas nak toh ini kan hari
kelahiranmu.”
Mendengar perkataan tersebut saya pun terharu. Seorang bapak yang dengan keterbatasannya sebagai (mungkin) pemulung memberi pecel ayam warung tenda di pinggir jalan untuk hadiah anaknya.
Mendengar perkataan tersebut saya pun terharu. Seorang bapak yang dengan keterbatasannya sebagai (mungkin) pemulung memberi pecel ayam warung tenda di pinggir jalan untuk hadiah anaknya.
Saya menghabiskan makanan saya
sambil terdiam dan setelah selesai saya menghampiri sang penjual, kemudian saya
bisikan “makanan bapak dan keluarganya disana biar saya sekalian yang
menanggung dan tolong buatkan 1 buah ayam lagi untuk mereka.” Lalu saya menarik
teman saya untuk bergegas pulang.
Setelah sampai ke rumah saya
langsung menaruh tas dan menghapiri kedua orang tua saya untuk meminta maaf
atas sikap saya yang menyusahkan dan yang kurang bersyukur selama ini.
Sesungguhnya saya sudah diberi kelebihan oleh Tuhan Yang Maha Esa namun sayang
saya telat menyadarinya. Saya sangat mencintai dan menyayangi kedua orang tua
saya. Saya belajar bahwa tidak ada yang tidak mungkin dilakukan oleh orang tua
kita untuk membahagiakan anaknya.
Sekian sebuah pengelaman yang saya
ceritakan. Semoga dapat menjadi pelajaran bagi kita semua untuk lebih bersyukur
dan mencintai orang tua kita.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar