Kamis, 07 Juni 2012

Hidup dan Percintaan


Pengalaman mengenai hidup dan percintaan mungkin setiap orang pasti memilikinya karena dalam hidup itu sendiri terdapat cinta. Namun tiap kisah pasti berbeda karena hidup tiap orang juga berbeda dan kali ini saya akan berbagi mengenai pengalaman rasa syukur dan cinta pada kedua orang tua.
Beberapa tahun yang lalu saya merupakan seorang anak yang kurang bersyukur dalam hidup saya. Segalanya selalu saya keluhkan, termasuk kedua orang tua saya. Setiap ada pendapat atau perselisihan antara saya dan orang tua saya, setiap itu juga saya mengeluh pada mereka.
Akhirnya tiba suatu waktu saya diajak makan oleh teman saya di sebuah warung pecel ayam di pinggir jalan. Sedang asyik menikmati makanan kami, kemudian datang satu keluarga yang hendak makan di warung pecel ayam tersebut. Yang menarik adalah kendaraan mereka, yaitu sebuah gerobak dorong. Lalu bapak ini memesan 2 nasi dan ayam goreng untuk anak dan istrinya. Pertamanya mungkin tidak ada yang menarik tapi ketika saya selesai makan, ada yang menarik hati saya. Ternyata yang menikmati makanan itu hanya anak dan istrinya saja. Sedangkan sang bapak hanya melihat istri dan anaknya menikmati makanan tersebut. Sesekali saya melihat anaknya tertawa senang dan gembira menikmati makanan tersebut sementara saya melihat wajah bapaknya yang walau tampak kelelahan tapi tetap tersenyum melihat wajah anaknya yang gembira. Lalu karena saya duduk tidak terlalu jauh dari mereka saya mendengar sang bapak berkata “makanlah yang puas nak toh ini kan hari kelahiranmu.”
Mendengar perkataan tersebut saya pun terharu. Seorang bapak yang dengan keterbatasannya sebagai (mungkin) pemulung memberi pecel ayam warung tenda di pinggir jalan untuk hadiah anaknya.
Saya menghabiskan makanan saya sambil terdiam dan setelah selesai saya menghampiri sang penjual, kemudian saya bisikan “makanan bapak dan keluarganya disana biar saya sekalian yang menanggung dan tolong buatkan 1 buah ayam lagi untuk mereka.” Lalu saya menarik teman saya untuk bergegas pulang.
Setelah sampai ke rumah saya langsung menaruh tas dan menghapiri kedua orang tua saya untuk meminta maaf atas sikap saya yang menyusahkan dan yang kurang bersyukur selama ini. Sesungguhnya saya sudah diberi kelebihan oleh Tuhan Yang Maha Esa namun sayang saya telat menyadarinya. Saya sangat mencintai dan menyayangi kedua orang tua saya. Saya belajar bahwa tidak ada yang tidak mungkin dilakukan oleh orang tua kita untuk membahagiakan anaknya.
Sekian sebuah pengelaman yang saya ceritakan. Semoga dapat menjadi pelajaran bagi kita semua untuk lebih bersyukur dan mencintai orang tua kita. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar